Maaf, bukan Rangga


Mencoba membalikkan fakta, bahwa ketika pikiran kacau, orang cenderung tidak bisa berbuat apa-apa.
Mungkin kamu sudah tidur, beristirahat tenang dalam lelah mu, merasa masalah ini stop, cukup sampai disini saja, berhenti sesuai kehendakmu, tak perlu dilanjutkan lagi. Bagiku tidak. Di saat kamu sudah terlelap, pikirku kacau, tak ada rasa kantuk sedikit pun. Masih mengganjal di hatiku, tak mau ku selesaikan hubungan ini begini saja. Tak mau ku berhenti sampai disini saja.

Cinta itu ...

Cinta itu, ketika kamu bisa tersenyum hanya dengan mendengar namanya.
Cinta itu, ketika telinga kamu menjadi 2 kali lebih peka mendengar suaranya.
Cinta itu, ketika mata kamu menjadi 2 kali lebih jeli menangkap bayangan tubuhnya.
Cinta itu, ketika hidung kamu menjadi jauh lebih tajam menangkap aroma parfum kesukaannya.
Cinta itu, ketika tak ada yang lebih penting selain tentang nya.
Cinta itu, ketika kamu rela berkorban hanya untuk demi diri dan keluarga nya.

Cara Tuhan

Ada banyak cara Tuhan mempertemukan kita. Ia juga punya banyak cara memisahkan kita. Ada banyak tanda-tanda yang Ia tunjukkan untuk kita pelajari.
Jodoh. Yakinku, kamu adalah jodohku. Secara sadar dan emosional perasaan ku, Tuhan menunjukkan kamu lah jodohku. Tapi mungkin saja tidak, karena ini masih sebatas keyakinan hati ku. Tuhan belum memberikan tanda-tanda itu.
Ada banyak sikap mu yang mungkin sedikit bertolak belakang dengan apa yang ku suka, bisa saja cara Tuhan menunjukkan kalau kamu tidak cocok dengan ku.

Semua Tentang Kamu

Hey kamu, kamu mungkin tau aku sayang sama kamu. Tapi kamu belum mengerti betapa besarnya rasa sayang ini.
Ini tak berlebihan, karena menurutku kamu pantas mendapatkannya. Kamu tak tau kan, hampir seluruh hidupku kulibatkan dirimu. Semua tentang kamu.
Tau kan Contact Name di ponsel ku atas nama yg paling spesial itu nomor mu.

Kampung; Masa Kanak-Kanak yang Tak Terlupakan


Libur idul adha, saya dan ibu saya menyempatkan berkunjung ke kampung halaman di Maroangin, Enrekang. Yaa untuk melepas rindu dengan sanak saudara yang ada di sana. Di rumah tante, kakak dari ibu saya. Dulunya rumah nenek, berhubung nenek sudah ada di tempat yang damai di sisi-Nya, jadi sekarang rumah milik tante seorang.


Saya dan LUPA itu…


Saya adalah seorang karyawan sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang perbankan. Kebetulan saya ditempatkan di kantor kas, dengan posisi sebagai admin. Meja kerja saya berada di lantai 2, dan namanya kantor kas, selain staffnya sedikit, fasilitas kantor juga disesuaikan dengan kebutuhan kantor, printer hanya ada 1 dan berada di lantai 1. Hari itu, dengan suasana sibuk di kantor saya turun ke lantai 1, niat untuk mengambil hasil print-an saya. Lama saya menunggu tak ada hasil print yang keluar, saya juga bertanya ke teman-teman yang lain, apa ada yang mengambil hasil print yang baru keluar, tapi tak ada yang merasa pernah melihat printer itu bekerja. Nah, saya baru ingat, ternyata saya memang belum meng-“ENTER” window “print” pada program Ms. Word untuk menge-print dokumen yang ingin saya print di komputer saya di lantai 2.  #Gubbrakkkk….

Tuhan, biarkan saya pulang malam!

Akhirnya bisa mem-posting sesuatu lagi...dan...Yeaaaaa...Hari Sabtu tibaaa... T_T
#lho???

Hari sabtu tiba namun saya malah bersedih. Biasanya orang kalo sudah akhir pekan bawaannya senang, tapi saya tidak. Bukan tak senang mendapatkan hari untuk beristirahat sejenak dari penat kerja, bukan pula sedih karena terlalu bersemangat bekerja, cuma bingung mau memanfaatkan akhir pekan ini bagaimana.
#lho???